Groningen, 20 September 2026 — Satu perjalanan kepengurusan sampai pada akhirnya, sementara perjalanan berikutnya mulai menemukan arahnya.
Dalam suasana hangat di Noorderplantsoen, para warga kelurahan awardee LPDP di Groningen berkumpul dalam agenda silaturahmi, potluck, penyambutan warga baru, sekaligus Serah Terima Jabatan (Sertijab) kepengurusan LPDP Groningen periode 2026–2027.
Pada pertemuan tersebut, estafet kepengurusan dari periode 2024–2026 yang sebelumnya dijalankan bersama oleh Putu Padmareka Deandra (Bli Putu) dan Zulfan (Mas Zulfan) diteruskan kepada kepengurusan baru dengan Muhammad Hilal Sudarbi (Mas Hilal) sebagai Lurah LPDP Groningen dan Amanda Irbah (Mbak Irbah) sebagai Koordinator S2 (Master).
Pergantian ini bukan sekadar perpindahan nama dalam struktur kepengurusan.
Ia menjadi bagian dari upaya menjaga kesinambungan pengalaman, pengetahuan, dan kebersamaan yang telah tumbuh dari satu periode ke periode berikutnya.
Amanah berpindah, kebersamaan tetap terjaga.
Bertemu di Taman, Menguatkan Kebersamaan
Sejak siang hari, warga kelurahan awardee dari berbagai angkatan dan jenjang studi mulai berkumpul di area hijau Noorderplantsoen.
Tikar dibentangkan di bawah pepohonan. Aneka makanan dibagikan melalui potluck. Percakapan mengalir dari pengalaman studi, kehidupan sehari-hari di Groningen, riset, hingga cerita-cerita sederhana tentang menjalani kehidupan jauh dari Indonesia.
Di antara warga kelurahan awardee yang telah lebih dahulu tinggal di Groningen dan mereka yang baru tiba, pertemuan ini menjadi ruang untuk saling mengenal tanpa sekat formal.

Kebersamaan semacam inilah yang ingin terus dirawat oleh LPDP Groningen: bukan hanya ruang untuk menjalankan kegiatan, tetapi ruang tempat pengalaman dapat dibagikan dan hubungan dapat bertumbuh.
Datang membawa cerita, bertemu menemukan makna.
Suara Menyatu, Amanah Menuju
Salah satu agenda dalam pertemuan tersebut adalah musyawarah mengenai keberlanjutan kepengurusan LPDP Groningen untuk periode 2026–2027.
Dalam forum terbuka bersama warga kelurahan awardee yang hadir, nama Muhammad Hilal Sudarbi (Mas Hilal) disepakati secara aklamasi untuk meneruskan amanah sebagai Lurah LPDP Groningen.
Pada saat yang sama, Amanda Irbah (Mbak Irbah) dipercaya menjalankan peran sebagai Koordinator S2 (Master).

Bagi Mas Hilal, keputusan tersebut hadir secara spontan di tengah suasana pertemuan yang sejak awal lebih ditujukan sebagai ruang silaturahmi dan penyambutan warga baru.
Dari percakapan yang sederhana, sebuah amanah baru kemudian lahir.
Kepercayaan diberikan, tanggung jawab diteruskan.
Kesepakatan tersebut kemudian disambut hangat oleh rekan-rekan yang hadir, menandai dimulainya periode kepengurusan baru untuk satu tahun ke depan.
Amanah Terekam, Kesepakatan Terjaga
Proses musyawarah dan penyerahan amanah turut terdokumentasikan dalam rekaman video yang diambil secara langsung pada saat pertemuan berlangsung.
Video tersebut merekam suasana ketika nama kepengurusan baru pertama kali disepakati bersama oleh warga kelurahan awardee yang hadir.
Dokumentasi ini tidak hanya menyimpan satu momen pergantian kepengurusan.
Ia juga menjadi bagian dari ingatan kelurahan tentang bagaimana sebuah perjalanan baru dimulai.
Momen boleh singkat, maknanya dapat menetap.
Amanah Berlanjut, Sinergi Tetap Terajut
Setelah kesepakatan kepengurusan baru, Bli Putu, Mas Zulfan, Mas Hilal, dan Mbak Irbah mengabadikan momen bersama sebagai simbol keberlanjutan antarkepengurusan.

Pergantian kepengurusan tidak dimaknai sebagai pemutusan perjalanan sebelumnya.
Sebaliknya, pengalaman dari periode terdahulu menjadi pijakan bagi langkah berikutnya.
Pengetahuan yang telah terkumpul dapat diteruskan. Pengalaman yang telah dilalui dapat dibagikan. Hubungan yang telah terjalin dapat tetap dirawat.
Yang telah berjalan memberi pijakan, yang akan berjalan meneruskan pengalaman.
Semangat ini menjadi dasar bagi kepengurusan 2026–2027 untuk tetap membuka ruang komunikasi dengan pengurus sebelumnya maupun seluruh warga kelurahan awardee di Groningen.

Mendengar Kebutuhan, Menumbuhkan Kebermanfaatan
Kepengurusan periode 2026–2027 diarahkan untuk berangkat dari kebutuhan nyata warga kelurahan awardee yang menjalani studi dan kehidupan sehari-hari di Groningen.
Beberapa fokus awal yang akan dikembangkan meliputi:
1. Menjaga Kesejahteraan, Menyuarakan Kebutuhan
Kepengurusan akan membuka ruang untuk menghimpun pengalaman dan kebutuhan warga kelurahan awardee terkait kehidupan sehari-hari di Groningen, termasuk persoalan biaya hidup, tempat tinggal, kehidupan keluarga, dan dukungan selama masa studi.
Apabila terdapat isu yang membutuhkan komunikasi lebih lanjut kepada pihak terkait, informasi dan pengalaman tersebut akan dihimpun secara bertanggung jawab sebagai dasar komunikasi kelurahan.
Fokusnya bukan membuat klaim atas kebijakan LPDP, melainkan memastikan pengalaman warga kelurahan awardee dapat terdokumentasi dan disampaikan melalui jalur yang tepat.
2. Menata Kedatangan, Menguatkan Pegangan
Warga kelurahan awardee yang baru tiba sering menghadapi banyak hal sekaligus.
Karena itu, kelurahan akan berupaya membantu berbagi informasi praktis mengenai kehidupan awal di Groningen, seperti:
- registrasi administratif;
- pengurusan BSN;
- rekening bank;
- pencarian tempat tinggal;
- pendaftaran huisarts;
- transportasi dan bersepeda;
- serta informasi dasar kehidupan sehari-hari.
Informasi kelurahan akan dibedakan secara jelas dari ketentuan resmi pemerintah, universitas, maupun LPDP.
Mengenal lingkungan, menemukan pegangan.
3. Memahami Ketentuan, Menjaga Kepatuhan
Kelurahan juga akan mendorong warga kelurahan awardee untuk memahami kewajiban administratif dan pelaporan beasiswa melalui sumber resmi yang berlaku.
Dalam konteks seperti SIMONEV, ketentuan beasiswa, maupun kewajiban administratif lainnya, LPDP Groningen berperan sebagai ruang saling berbagi informasi dan pengalaman—bukan sebagai pengganti sumber resmi LPDP.
Memahami ketentuan, menjaga kepatuhan.
4. Mempertemukan Keilmuan, Memperluas Wawasan
Dengan latar belakang bidang yang beragam, Groningen memiliki ruang besar untuk mempertemukan perspektif antar-warga kelurahan awardee.
Kepengurusan akan mendorong forum yang memungkinkan warga:
- berbagi topik penelitian;
- mendiskusikan metode;
- bertukar pengalaman akademik;
- mengenal karya satu sama lain;
- serta membuka kemungkinan kolaborasi lintas disiplin.
Mempertemukan gagasan, memperluas wawasan.
5. Merawat Pertemuan, Menguatkan Kebersamaan
Kehidupan studi di luar negeri tidak hanya berlangsung di ruang kelas dan laboratorium.
Karena itu, kegiatan sosial dan silaturahmi tetap menjadi bagian penting dari perjalanan kelurahan.
LPDP Groningen akan berupaya menghadirkan ruang pertemuan yang inklusif, terbuka bagi berbagai jenjang studi, serta ramah bagi keluarga dan anak ketika konteks kegiatan memungkinkan.
Merawat perjumpaan, menguatkan kebersamaan.
Senyum Terukir, Perjalanan Bergulir
Di tengah percakapan, makanan, dan suasana taman yang sederhana, Sertijab kemudian diabadikan melalui beberapa foto bersama.

Tidak ada panggung besar.
Tidak ada seremoni yang berjarak.
Yang ada adalah pertemuan kelurahan, percakapan terbuka, dan amanah yang diteruskan di tengah orang-orang yang menjalani perjalanan akademik mereka masing-masing.
Barangkali justru dari suasana sederhana seperti inilah kebersamaan terasa paling dekat.
Senyum terukir, perjalanan bergulir.
Datang Bersama, Pulang Membawa Cerita
Agenda sore itu ditutup dengan ramah tamah dan foto bersama seluruh warga kelurahan awardee LPDP Groningen yang hadir di Noorderplantsoen.

Bagi warga baru, pertemuan tersebut menjadi salah satu langkah awal untuk mengenal orang-orang yang akan berbagi kota dan perjalanan selama masa studi.
Bagi mereka yang telah lebih lama berada di Groningen, pertemuan ini menjadi kesempatan untuk kembali bertemu dan meneruskan pengalaman.
Dan bagi kepengurusan lama maupun baru, hari itu menandai satu hal sederhana: perjalanan kelurahan terus bergerak.
Kepengurusan LPDP Groningen menyampaikan terima kasih kepada Bli Putu dan Mas Zulfan atas waktu, tenaga, dan pengalaman yang telah mereka berikan selama periode 2024–2026.
Amanah itu kini diteruskan oleh Mas Hilal, Mbak Irbah, dan kepengurusan periode 2026–2027 bersama seluruh warga kelurahan awardee yang ingin ikut mengambil bagian.
Tidak semua orang harus berada di dalam struktur untuk berkontribusi.
Ada yang hadir dengan gagasan.
Ada yang berbagi pengalaman.
Ada yang membantu satu orang baru memahami Groningen.
Ada pula yang sekadar menyediakan ruang untuk seseorang merasa tidak sendiri.
Semua dapat menjadi bagian dari perjalanan yang sama.
Menempuh ilmu, merawat temu.
Membawa pengalaman, menumbuhkan kebermanfaatan.
Karena sebuah kelurahan tidak hanya tumbuh dari siapa yang memimpin.
Ia tumbuh dari apa yang bersedia kita bagikan, rawat, dan teruskan bersama.
Hormat kami,
Kepengurusan Kelurahan LPDP Groningen 2026–2027
Menempuh ilmu. Merawat kebersamaan.




